Tol Bali

Dampak Jalan Tol Bali Mandara

Pembangunan jalan Tol Bali Mandara ternyata merupakan proyek tercepat sepanjang sejarah pembangunan tol di Indonesia. Start pembangunan di bulan Juni 2012 dan finish di bulan Agustus 2013, sehingga jika dikalkulasi hampir sekitar 14 bulan!. iya, hanya 14 bulan, jalan tol di Bali ini selesai dibangun. Sebuah pencapaian yang fantastis mengingat momentum penyelesaiannya berdekatan dengan acara Miss World, APEC SUMMIT 2013 dan Bali Democracy Forum ke-6. Pencapaian yang luar biasa ini ternyata tidak hanya membawa dampak positif saja bagi Bagi melainkan ada dampak negatifnya juga.

Dampak Jalan Tol Bali Mandara

Dampak Jalan Tol Bali Mandara

Sebuah proyek atau pembangunan tentu saja akan membawa sebuah dampak yang baik dan buruk. Begitu juga pembangunan jalan tol dengan track 12,7 km ini. Walau berdiri diatas laut dan minim sekali ada pembebasan lahan ternyata ada juga dampak negatifnya. Yuk kita intip dibawah ini dampak jalan tol Bali Mandara beserta solusinya diantaranya:

Dampak Positif

Esensi pembangunan berkelanjutan diantaranya adalah memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan di masa mendatang. Berupaya sebagai awal pembangunan berkelanjutan di sektor pariwisata, pembangunan jalan tol harus memiliki dampak positif yang dapat dirasakan saat ini sehingga membawa suasana kondusif dalam perkembangannya. Beberapa dampak jalan tol Bali Mandara yang kearah positif diantaranya adalah :

  • Penyerapan sekitar 3000 tenaga kerja pada saat proses pembangunannya
  • Keuntungan bagi industri/pelaku usaha konstruksi bangunan
  • Mengurai kemacetan (waktu tempuh sebelumnya 1-2 jam menjadi hanya 15 menit)
  • Menjadi acuan awal rencana pembangunan jalan tol lainnya (Jalan Tol Kuta-Soka-Seririt)
  • Sinergi BUMN mencerminkan pembangunan tidak terhambat oleh pendanaan
  • Memberi nilai lebih sebagai kota tujuan wisata (landmark baru Pulau Bali)

Dampak Negatif

Selain dampak positif yang dapat dirasakan, terdapat beberapa dampak negatif juga yang bermuncul sebagai efek samping dari perkembangan suatu wilayah. Berikut beberapa dampak jalan tol Bali Mandara yang mengarah ke hal-hal negatif diantaranya:

  • Potensi kapitalisme tinggi, bertentangan dengan adat budaya Budaya masyarakat setempat yang terancam keberlangsungannya adalah sistem penghormatan seseorang berdasarkan kasta. Adanya kapitalisme yang muncul, jika tidak dikendalikan menyebabkan penghormatan terhadap seseorang dinilai dari harta yang dimilikinya. Padahal seperti yang diketahui bersama bahwa strata tertinggi yang ada dalam sistem sosial kasta di Bali adalah pemimpin upacara adat (kaum Brahmana). Jika penghormatan terhadap pemimpin memudar, tidak menutup kemungkinan adat istiadat masyarakat setempat perlahan-lahan memundar dan hilang.
  • Tarif tol Bali Mandara yang relatif tinggi akibat investasi tidak berasal dari APBN murni. Tidak adanya subsidi dari pemerintah membuat investor menginginkan keuntungan yang maksimal dalam proses bisnisnya.
  • Jumlah kendaraan pribadi meningkat. Peningkatan kemudahan untuk mengakses daerah yang ingin dijangkau membuat setiap orang memiliki tuntunan lebih, diantaranya kenyamanan yang bisa diperoleh dengan memiliki kendaraan pribadi.
  • Memicu terjadinya urbanisasi yang tinggi. Merupakan dampak regional/nasional akibat kesenjangan yang muncul yang disebabkan kurangnya pemerataan pembangunan.

Solusi Dampak Negatif

Idealisme pembangunan yang sempurna memang sulit untuk diraih, akan tetapi yang memungkinkan adalah mengurangi dampak negatif yang muncul ataupun melakukan tindakan preventif terhadap kemungkinan dampak negatif yang muncul di masa mendatang. Berikut beberapa upaya yang dapat dilakukan pemerintah daerah untuk menyeimbangkan dampak negatif yang ada :

  • Penetapan relugasi yang ketat terhadap investasi di bidang pariwisata. Selain untuk melindungi usaha menegah dan kecil lokal, penetapan regulasi investasi di bidang pariwisata juga dirasa penting untuk menjaga suasana kondusif budaya yang ada. Investasi asing tidak semata-mata hanya berdampak ekonomi saja, aspek sosial juga harus menjadi pertimbangan pemerintah dalam menyetujuinya.
  • Pembatasan jumlah kendaraan dengan peraturan daerah. Adanya peraturan mengenai batas tahun minimal kendaraan yang diperbolehkan masuk ke pulau Bali merupakan tindakan awal yang cukup baik dilakukan oleh pemerintah provinsi Bali.
  • Pengembangan transportasi umum. Pemerintah provinsi harusnya belajar dari beberapa wilayah lainnya di nusantara, seperti Jakarta dan sekitarnya yang sudah mulai mengembangkan transportasi umum yang memadai selain pengembangan pembangunan jalan yang kurang lagi efektif untuk dilakukan karena keterbatasan lahan.
  • Peningkatan kualitas public services dari return values investment. Dalam teori transport and development disebutkan bahwa beberapa hal yang sering dikorbankan oleh pembangunan infrastruktur transportasi adalah public services. Pemerintah daerah yang berfokus menyediakan alokasi pendapatan wilayahnya hanya untuk infrastruktur fisik sering melupakan kesejahteraan masyarakatnya diluar dari dampak langsung terhadap pembangunan tersebut. Seharusnya terdapat beberapa persen dari nilai balik investasi untuk menyelenggarakan program yang menguntungkan rakyat kecil, seperti bebas biaya sekolah hingga tingkat perguruan tinggi bagi mereka yang berprestasi tetapi secara ekonomi tidak memadai ataupun bebas biaya pengobatan untuk mereka yang telah lanjut usia.

Demikian dampak jalan tol Bali Mandara yang saat ini sudah beroperasi hampir 2 tahun. Bagaimana pendapat kalian?

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

Leave a Comment

WhatsApp Butuh Bantuan?